Selasa, 15 November 2011

Granuloma Annulare, Benjolan Kecil Kemerahan pada Kulit



img
(Foto: thinkstock)
Jakarta, Deskripsi

Granuloma annulare adalah penyakit kulit kronis yang ditandai dengan benjolan atau bercak berwarna kemerahan pada kulit yang membentuk pola cincin, biasanya terdapat pada tangan, kaki, siku dan lutut. Annulare granuloma biasanya tidak berdampak terhadap kesehatan untuk jangka panjang, namun akan mempengaruhi penampilan.

Dalam kebanyakan kasus, bercak tersebut menghilang sendiri dalam waktu dua tahun. Jika pengobatan annulare granuloma dilakukan untuk alasan kosmetik, dokter mungkin meresepkan kortikosteroid untuk memperbaiki penampilan dan mempercepat hilangnya bercak.

Gejala

Annulare granuloma umumnya ditandai dengan:
1. Benjolan kulit berwarna kemerahan yang dapat meluas atau bergabung membentuk pola cincin, paling sering ditemui pada tangan dan kaki. Polanya dapat menyerupai kurap.

2. Gatal ringan pada beberapa orang, meskipun benjolan biasanya tidak menyebabkan rasa sakit atau gatal.

Annulare granuloma biasanya tidak menyebabkan tanda-tanda lain dan dapat menghilang kemudian muncul lagi di lain waktu.

Bentuk penyakit yang lebih parah dan luas disebut annulare granuloma umum. Dalam annulare granuloma umum, pola cincin muncul pada banyak bagian tubuh, benjolan lebih kecil, dan lebih sering terasa gatal.

Penyebab

Penyebab annulare granuloma tidak diketahui. Penyakit ini kadang-kadang dikaitkan dengan diabetes mellitus dan penyakit lainnya. Kebanyakan orang dengan annulare granuloma dinyatakan sehat.

Perawatan dan obat-obatan

Dalam kebanyakan kasus, pengobatan tidak diperlukan untuk mengatasi annulare granuloma. Kebanyakan benjolan menghilang dalam beberapa bulan sampai dua tahun.

Jika muncul ruam yang mengganggu, dokter dapat merekomendasikan pengobatan meliputi;
1. Krim atau salep kortikosteroid.
Dokter mungkin meresepkan krim kortikosteroid oles untuk membantu memperbaiki penampilan dan mempercepat menghilangnya benjolan. Tergantung pada ketebalan benjolan dan kekuatan krim, dokter mungkin mengarahkan pasien untuk menutupi bagian tubuh yang diberi krim dengan perban. Menutupi krim steroid akan membuatnya lebih efektif.

2. Kortikosteroid suntikan.
Jika benjolan kulit lebih tebal dan gejalanya lebih besar, dokter mungkin menyuntikkan kortikosteroid langsung ke kulit yang terkena untuk membantu agar benjolan lebih cepat menghilang.

3. Pembekuan benjolan (cryotherapy).
Dalam cryotherapy, dokter memberikan nitrogen cair ke daerah yang terkena dengan alat berujung kapas atau alat kecil yang dirancang untuk mengalirkan suhu dingin ekstrim.

Prosedur ini biasanya berlangsung selama beberapa detik hingga satu menit. Nitrogen cair membekukan benjolan, membantu menghilangkan benjolan, dan merangsang pertumbuhan sel-sel kulit baru.

Terapi cahaya

Dalam kasus yang parah, dokter dapat merekomendasikan terapi sinar ultraviolet khusus yang disebut psoralen plus ultraviolet A (PUVA). Perawatan ini menggabungkan paparan sinar ultraviolet (fototerapi) dengan obat yang disebut psoralen untuk membantu agar kulit lebih peka terhadap efek sinar ultraviolet.

Sumber: MayoClinic



(ir/ir)

Redaksi: redaksi[at]detikhealth.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar