Jumat, 18 November 2011

10 Langkah Menjaga Anak dari Pelaku Pelecehan Seksual



img
(Foto: thinkstock)
Jakarta, Anak-anak seringkali ditinggal sendirian tanpa orangtua ketika di sekolah atau ditempat umum lainnya. Ketika anak berada di tempat umum tanpa orangtua, mungkin dapat membahayakan anak-anak jika bertemu dengan seorang dengan kelainan seksual.

Jika anak sedang tidak bersama orang tua dan bertemu dengan seorang yang memiliki kelainan seksual, maka dapat terjadi pelecehan seksual pada anak tersebut. Pedofilia adalah kelainan seksual berupa hasrat ataupun fantasi impuls seksual yang melibatkan anak di bawah umur.

Dapat disebut sebagai pedofilia jika seseorang memiliki kecenderungan impuls seksual terhadap anak dan fantasi maupun kelainan seksual tersebut mengganggu anak yang dilibatkan.

Berikut adalah 10 langkah dari para ahli untuk menjaga anak dari seorang pedofilia seperti dikutip dari CNNHealth, Jumat (18/11/2011) antara lain:

1. Menyadari bahwa pelecehan seksual dapat terjadi pada anak Anda
Menurut American Psychological Association, diperkirakan bahwa 1 dari 4 anak perempuan dan 1 dari 6 anak anak laki-laki akan mengalami pelecehan seksual.

2. Mengakui bahwa pelaku pelecehan seksual kemungkinan besar adalah seseorang yang dikenal
Orang asing memiliki kemungkinan yang sangat kecil akan melakukan pelecehan seksual pada anak Anda. Misalnya jika orang asing menawarkan permen pada anak Anda di taman bermain, mungkin anak Anda tidak akan mudah percaya pada orang tersebut.

Tetapi jika hal tersebut dilakukan oleh orang yang dikenal oleh si anak, maka anak tersebut akan menurut. Pelaku pelecehan seksual pada anak dapat menjadi anggota keluarga, guru, pelatih, atau teman yang terpercaya.

Biasanya pelaku pelecehan seksual sangat lihai mendekatkan diri pada anak-anak," kata Dr. Judith Cohen, direktur medis untuk Center for Traumatic Stress in Children and Adolescents di Allegheny General Hospital, Pittsburgh.

3. Mencurigai orang dewasa yang mencoba untuk menghabiskan waktu hanya berdua dengan anak
Tentu saja, anak seringkali akan menghabiskan waktu dengan teman-teman dewasa, guru, dan pelatih. Tetapi waspadalah terhadap orang-orang yang berusaha untuk hanya berdua dengan anak Anda. Terutama seorang dewasa yang seringkali memberikan hadiah pada anak Anda.

4. Hindari situasi di mana anak dapat diganggu.
"Jika anak ingin pergi menginap, maka para orang tua harus mengetahui dengan siapa anak akan menginap. Jika anak akan melakukan perjalanan semalam, misalnya dengan sebuah kelompok kegiatan organisasi di sekolah, sebaiknya menanyakan mengenai pengaturan tempat tidur," kata Dr. Paula Bloom, seorang psikolog dari Atlanta.

5. Jangan terlalu mengharuskan anak untuk memberikan pelukan jika bertemu dengan kerabat dekat
Terlalu sering, orang tua memberitahu anak untuk memeluk atau mencium seorang kerabat atau teman dekat, dapat membahayakan anak ketika ditinggal sendirian," kata Dr Bloom.

6. Mengajarkan pada anak mengenai sentuhan yang baik dan sentuhan buruk
Ajarkan pada anak bahwa ia memiliki kendali atas tubuhnya dan harus mengatakan 'tidak' untuk sentuhan yang membuatnya tidak nyaman. University of Missouri telah memberikan informasi lebih lanjut pada anak-anak mengenai sentuhan yang baik dan sentuhan buruk.

7. Ajarkan pada anak untuk mengatakan tidak
Ajarkan pada anak mengenai apa yang harus dilakukan jika seseorang mencoba untuk menganiaya dia.

8. Berikan kenyamanan berkomunikasi jika anak ingin memberitahukan ketidaknyamanan yang dialami terhadap seseorang
"Jika orang tua terlalu keras pada anak mungkin akan membuat anak takut jika akan menceritakan suatu pelecehan seksual yang ia alami. Biarkan anak merasa aman dan nyaman untuk berbicara dengan Anda tentang apa pun," kata Dr Bloom.

9. Mengetahui tanda-tanda bahwa anak telah dilecehkan secara seksual
Jika anak memiliki mimpi buruk dan tidak ada penjelasan lain. Atau jika anak mengalami perubahan suasana hati atau mengembangkan rasa takut baru yang tidak biasa dari orang-orang atau tempat tertentu. Hal tersebut dapat menjadi tanda jika telah terjadi pelecehan seksual pada mereka.

10. Percaya naluri Anda dan anak Anda
Jika seseorang membuat Anda tidak nyaman, itu alasan yang cukup untuk menjaga anak untuk menjauhi orang itu. Tidak ada salahnya jika mewaspadai orang-orang yang membuat kita tidak nyaman. "Terkadang naluri kita benar mengenai seseorang," kata Dr Bloom.detikhealth.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar