Minggu, 04 Maret 2012

PENYIRAMAN PADA TANAMAN ANGGREK

Air, sangat dibutuhkan oleh tanaman termasuk anggrek. Sebagai zat pengangkut sari makanan. Air yang baik untuk meyiram anggrek adalah dengan pH 5.6 – 6. Penyiraman pada anggrek adalah masalah terpenting yang kadang diabaikan begitu saja. Banyak kegagalan pemelihara anggrek, karena masalah penyiraman yang salah. Akibatnya tanaman anggrek rusak, bahkan mati semua.
Anggrek, asalnya adalah tanaman yang tumbuh liar dihutan, ada yang menempel dipohon dan ada yang tumbuh ditanah. Anggrek epiphyt, biasa tumbuh menempel pada pohon-pohon di hutan tropis yang lebat. Sehingga kondisi lingkungannya lembab. Dan tanaman ternaungi oleh pohon inangnya. Karena kelembaban yang tinggi, maka air kurang dibutuhkan. Yang termasuk anggrek ini adalah Cattleya, Phalaenopsis, Dendrobium, Vanda daun. Anggrek terretris, anggrek yang tumbuh ditanah yang banyak humusnya. Anggrek ini banyak membututuhkan air. Yang termasuk jenis ini Vanda terete, Arachnis, Renanthera.
Kebutuhan akan air pada tanaman anggrek, berhubungan dengan cara dan frekuensi penyiraman yang dilakukan. Beberapa factor yang mempengaruhinya antara lain :
1. Media tanam
          Penyiraman harus disesuaikan dengan media tanam yang digunakan. Jika menggunakan media tanam yang banyak menyerap air dan sedikit penguapan, maka jangan terlalu sering menyiramnya. Jika pot terlalu basah, maka mudah terjadi pembusukan akar. Juga pot mudah ditumbuhi lumut, yang bisa mengganggu penyerapan makanan dari akarnya. Untuk tanaman yang sudah besar/berbunga, penyiraman yang baik adalah 3 – 7 hari sekali pada musim hujan. Dan 1 -3 hari sekali pada musim kemarau. Perlu diingat bahwa banyak air, jauh lebih merugikan dari pada kurang penyiraman.
2. Temperatur
            Pada daerah dengan temperatur tinggi (dataran rendah), akan menyebabkan penguapan yang tinggi pada tanaman. Sehingga frekuensi penyiraman lebih sering, guna mengganti air tanaman yang menguap. Jika terjadi kekurangan air, tanaman akan keriput dan bisa mati. Akan lebih baik, jika penyiraman kadang diselingi dengan pemupukan.
3. Kelembaban
          Untuk daerah dengan kelembaban udara yang tinggi, sehingga tidak terjadi penguapan, tanaman tidak perlu disiram. Sifat tanaman anggrek epiphyt sangat menyukai kelembaban. Tanaman tersebut dapat mengambil air dari kelembaban yang ada. Penyiraman malah akan menyebabkan pot terlalu basah. Jika berlangsung lama akan terjadi pembusukan akar dan tunas. Namun jika dirasa kelembaban kurang, maka perlu diciptakan suasana lembab. Bisa dengan menyiram lantai atau sekitar tanaman anggrek, tanpa membuat basah kuyup pot dan tanaman yang ada. Suasana lembab bisa dibuat dengan menyemprot udara dengan sprayer.
4. Aliran udara
          Angin menyebabkan terjadinya penguapan. Maka jika tidak ada angin, kurangi penyiraman, untuk menghindari terjadinya pembusukan akar dan tunas. Ventilasi yang cukup, menyebabkan penguapan teratur. Yang mana membantu transpor makanan. Tanaman akan tumbuh baik. Pada musim hujan aliran udara sangat dibutuhkan, untuk penguapan air yang melimpah. Pada musim kemarau, dimana aliran udara kering, menyebabkan penguapan yang tinggi. Maka perlu penyiraman lebih sering. Sehingga terjadi keseimbangan antara penguapan air dengan penyerapan pada tanaman.
5. Jenis pot yang digunakan
          Jenis pot, termasuk besar kecilnya pot dan lubang-lubang pada pot juga berpengaruh pada frekuensi penyiraman. Pot-pot dengan banyak lubang, ukuran kecil atau yang permukaanya luas, biasanya tidak lama menahan air. Sehingga perlu ditambah frekuensi penyiramannya, apabila menggunakan pot seperti ini.
6. Ukuran tanaman
            Besar kecilnya tanaman anggrek berpengaruh terhadap kebutuhan akan air tanaman tersebut. Tanaman seedlings (bibit), tidak suka banyak air, tapi lebih suka udara lembab. Penyiraman dua minggu sekali sudah cukup. Tapi harus diciptakan suasana kelembaban yang tinggi secara terus menerus. Tanaman remaja, kebutuhan air juga sedikit. Air dibutuhkan untuk pertumbuhan akar dan batang. Tanaman ini cukup disiram 2 – 3 hari sekali. Untuk tanaman berbunga kebutuhan air lebih sedikit. Cukup disiram 3 – 7 hari sekali. Prinsipnya tanaman anggrek tidak senang akan air yang melimpah terus menerus. Tapi lebih senang pada kelembaban yang tinggi.
Air sangat dibutuhkan tanaman anggrek untuk pertumbuhannya. Namun demikian perlu diperhatikan kebutuhan akan air ini. Tanaman akan rusak dan mati bila kelebihan  air yang diberikan. Dimana akan terjadi pembusukan pada akar dan tunas. Kebanyakan air juga akan menyebabkan tumbuhnya bakteri dan jamur. Ini dapat meyebabkan daun bercak-bercak, tunas dan akar membusuk dan kuncup daun rontok. Jadi tanaman anggrek akan lebih tahan kekeringan dari pada terlalu banyak air.
Bagaimana tanaman anggrek anda para hobiis. Sudahkah cukup penyiraman yang dilakukan selama ini. Sayang bila kurang tepat dalam penyiraman, bisa menyebabkan keterlambatan berbunga, atau bahkan tidak mau berbunga. Koreksi ulang. Selamat mencoba.Edy Suryanto

Tidak ada komentar:

Posting Komentar